" ORANG BODOH TAPI BERADAB LEBIH MULIA DARIPADA ORANG BERILMU TETAPI TIDAK BERADAB " --- " JADIKANLAH NABI MUHAMMAD SAW IDOLAMU " :D

Minggu, 23 Desember 2012

Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu

Shalat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.
Shalat Zuhur : satu kalo meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.
Shalat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.
Shalat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.
Shalat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.
Para Ulama Sepakat Bahwa Meninggalkan Shalat Termasuk Dosa Besar yang Lebih Besar dari Dosa Besar Lainnya

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir, Ibnu Hazm –rahimahullah- berkata, “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.” (Al Kaba’ir, hal. 25)

Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).” (Al Kaba’ir, hal. 26-27)

Kamis, 20 Desember 2012

HUKUM MENIUP TEROMPET DI TAHUN BARU MASEHI

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Saat ini banyak orang berjualan terompet, persiapan tahun baru.

Pertanyaan:

a. Apa hukum membunyikan terompet?

b. Apa pula hukum membunyikan terompet di malam tahun baru?
Matur nuwun


Jawaban:

Wa’alaikumussalam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah

Pertama, terkait dengan masalah terompet, mari kita simak hadis berikut:

عن أبي عمير بن أنس عن عمومة له من الأنصار قال اهتم النبي صلى الله عليه و سلم للصلاة كيف يجمع الناس لها فقيل له انصب راية عند حضور الصلاة فاذا رأوها أذن بعضهم بعضا فلم يعجبه ذلك قال فذكروا له القنع شبور اليهود فلم يعجبه ذلك وقال هو من أمر اليهود قال فذكر له الناقوس فقال هو من فعل النصارى فانصرف عبد الله بن زيد بن

Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah anshar, “Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” (HR. Abu Daud, no.498 dan Al-Baihaqi, no.1704)

Setelah menyebutkan hadis di atas, Syaikhul islam mengatakan, “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau tidak suka dengan terompet gaya yahudi yang ditiup, beliau beralasan, itu adalah kebiasaan Yahudi…(Iqtidha’ Shirat al-Mustaqim, Hal.117 – 118)

Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa terompet termasuk benda yang tidak disukai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamkarena meniru kebiasaan orang Yahudi. Seorang yang mencintai Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membenci Yahudi tentunya akan lebih memilih petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari pada petunjuk Yahudi yang sesat.

Kedua, Membunyikan Terompet Tahun Baru
Pada rubrik sebelumnya, telah ditegaskan bahwa tahun baru termasuk hari raya orang kafir. Keterangan selengkapnya bisa anda baca di: http://konsultasisyariah.com/hukum-merayakan-tahun-baru

Sementara itu, semua orang sadar bahwa membunyikan terompet tahun baru, hakikatnya adalah turut bergembira dan merayakan kedatangan tahun baru. Dan sikap semacam ini tidak dibolehkan. Seorang mukmin yang mencintai agamanya, dan membenci ajaran kekafiran akan berusaha menghindarinya semaksimal mungkin.

Dengan demikian, membunyikan terompet di tahun baru berarti melakukan dua pelanggaran; pertama, membunyikan terompet itu sendiri, yang ini merupakan kebiasaan dan ajaran orang Yahudi dan kedua, perbuatan ini termasuk turut memeriahkan hari raya orang kafir.



Allahu a’lam

Sumber: www.KonsultasiSyariah.com

Shalat Malam (Tahajjud), Apakah Harus Tidur Dahulu?


Hukum sholat malam adalah sunah muakkad, yaitu mendekati wajib tetapi tidak wajib. Dengan kata lain, shalat malam sangat dianjurkan, itulah sebabnya  para orang saleh terdahulu menjadikan shalat malam sebagai kebiasaan. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah subhana wa ta'ala'
”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (QS. Al Israa ” 79)
Waktu shalat malam adalah setelah sholat ‘isya sampai dengan sebelum waktu sholat shubuh. Dengan demikian, semua shalat yang dilakukan setelah 'isya (di luar shalat sunat rawatib 2 raka'at setelah 'isya) sampai masuknya waktu shubuh, disebut dengan shalat malam.
Lalu, bagaimana dengan tahajjud? Apakah bedanya dengan shalat malam?
Ibnu Faris berkata, “Adapun orang yang ber-tahajud (اَلْمُتَهَجِّدُ) adalah orang yang salat di waktu malam.” (Lihat Fathul Bari, 3:5, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Cet. 1, Thn. 1419 H/1998 M)
Dari terjemahan tersebut, diketahui bahwa shalat malam dan tahajjud adalah hal yang sama. Hanya beda istilah saja.
Banyak orang yang beranggapan bahwa untuk tahajjud, kita harus tidur terlebih dahulu. Anggapan ini kurang tepat karena tidur bukanlah 'keharusan' atau 'syarat sah'nya tahajjud.
Rasulullah salallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 
“Apabila kamu mengantuk ketika shalat, maka tidurlah terlebih dahulu sampai hilang rasa kantukmu. Karena bila kamu mengantuk dalam shalat, mungkin suatu ketika kamu bermaksud memohon ampunan kepada ALLAH, tetapi ternyata kamu justru memaki-maki diri kamu sendiri."
[HR. Bukhari 205, Muslim 1309]
Tidur terlebih dahulu adalah anjuran, bukan keharusan, karena waktu utama tahajjud adalah 1/3 terakhir malam agar kita tidak mengantuk dan kepayahan. Namun, semampu kita, tidur ataupun tidak tidur terlebih dahulu, shalat malam adalah ibadah yang sangat direkomendasikan karena banyak sekali keutamaannya.
Semoga Allah memudahkan kita mengamalkannya.

'' HUKUMAN WANITA YANG TAK BERJILBAB / BERKERUDUNG DAN MENGUMBAR AUROT "

Assalammu'alaikum





Sebagai Wanita muslim, Tentunya harus menutup aurat kita dari pandangan Lawan jenis (PRIA) yang Bukan Muhrim,. Aku Teringat suatu kisah dari Seorang Habaib yang
menceritakan Tentang Tangisan Rasulullah Saw. Dibaca kalo Orang Islam ^_^

Suatu ketika Sayyidina Ali RodiyAllahu'Anhu Beserta Istrinya Sayyidatuna Fatimah RodiyAllahu'Anha Datang Berkunjung ke Rumah Baginda Rosulullah SAW, Saat sesampai di Rumah Rosulullah mereka di sambut dengan keadaan Rasululloh SAW yang sedang menangis lalu Sayyidina Ali RodiyAllahu'Anhu Bertanya kepada Rasulullah SAW ”Ya Rosulullah mengapa Engkau menangis,?”.

Lalu Rosulullah SAW pun Menjawab “ Ya Ali aku di perlihatkan oleh Allah SWT ke Neraka, Disana Aku melihat banyak Perempuan yang sedang di Siksa Aku melihat mereka di Gantung Rambutnya sampai Otak mereka Semua mendidih,”.

Lalu Fatimah RodiyAllahu'Anha Bertanya ”Ya Rosulullah apa dosa Mereka hingga mereka di siksa seperti itu?.” Rosulullah SAW pun menjawab ” Dosa mereka yang di Gantung rambutnya hingga otak mereka mendidih di karenakan semasa hidupnya enggan untuk mengenakan Jilbab / kerudung dan Tak Menutupi Aurotnya dari yang bukan Mahromnya (Jenis) nya ”.

Engkau Wahai Para Wanita mari engkau tutupi Aurot Suci Permata mu dari Yang Bukan Belom Mahrom mu


Al-Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus (Habib Keramat Luar Batang)


Beliau lahir di Migrab, dekat Hazam, Hadramaut, Datang di Betawi sekitar tahun 1746 M. Berdasarkan cerita, bahwa beliau wafat di Luar Batang, Betawi tanggal 24 Juni 1756 M. bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 Hijriyah dalam usia lebih dari 30 tahun ( dibawah 40 tahun ). Jadi diduga sewaktu tiba di Betawi berumur 20 tahun. Habib Husein bin Abubakar Alaydrus memperoleh ilmu tanpa belajar atau dalam istilah Arabnya “ Ilmu Wahbi “ , yaitu pemberian dari Allah tanpa belajar dahulu. Silsilah beliau : Habib Husein bin Abubakar bin Abdullah bin Husein bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Husein bin Abdullah bin Abubakar Al-Sakran bin Abdurrahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Al-Dawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath.
Habib Husein yang lebih terkenal dengan sebutan Habib Keramat Luar Batang, mempunyai perilaku “ Aulia “ (para wali) yang di mata umum seperti ganjil. Seperti keganjilan yang dilakukan beliau, adalah :
Habib Husein tiba di Luar Batang, daerah Pasar Ikan, Jakarta, yang merupakan benteng pertahanan Belanda di Jakarta. Kapal layar yang ditumpangi Habib Husein terdampat didaerah ini, padahal daerah ini tidak boleh dikunjungi orang, maka Habib Husein dan rombongan diusir dengan digiring keluar dari teluk Jakarta. Tidak beberapa lama kemudian Habib Husein dengan sebuah sekoci terapung-apung dan terdampar kembali di daerah yang dilarang oleh Belanda. Kemudian seorang Betawi membawa Habib Husein dengan menyembunyikannya. Orang Betawi ini pun berguru kepada Habib Husein. Habib Husein membangun Masjid Luar Batang yang masih berdiri hingga sekarang. Orang Betawi ini bernama Haji Abdul Kadir. Makamnya di samping makam Habib Husein yang terletak di samping Masjid Luar Batang.
Habib Husein sering tidak patuh pada Belanda. Sekali Waktu beliau tidak mematuhi larangannya, kemudian ditangkap Belanda dan di penjara di Glodok. Di Tahanan ini Habib Husein kalau siang dia ada di sel, tetapi kalau malam menghilang entah kemana. Sehingga penjaga tahanan (sipir penjara) menjadi takut oleh kejadian ini. Kemudian Habib Husein disuruh pulang, tetapi beliau tidak menghiraukan alias tidak mau pulang, maka Habib Husein dibiarkan saja. Suatu Waktu beliau sendiri yang mau pergi dari penjara.

KAROMAH AL-HABIB HUSEIN AL-AYDARUS (Luar Batang)

" Kepingan Uang Gubernur Jenderal Belanda "

Pernah suatu saat Al-Habib Husein mendapatkan hadiah sekarung kepingan uang dari Gubernur Jenderal Batavia. Uang tersebut di terima dan langsung dibuang nya ke laut Sunda Kelapa, tentu saja sang Gubernur Jenderal sangat terkejut.

Sang Habib dengan enteng berkata :"Tenang tuan, uang tersebut tidak hilang. Uang tersebut saya kirimkan kepada ibu saya di Yaman." Karena penasaran, sang gubernur memerintahkan beberapa penyelam untuk mencari karung uang yang dibuang ke laut.

Setelah beberapa penyelam itu mencari di setiap sudut terumbu karang yang berada di dasar laut. Alhasil tak satu keping uang pun ditemukan. Demi untuk membuktikan ucapan sang wali, maka gubernur jenderal mengutus seorang ajudan nya untuk berangkat ke Negeri Yaman guna bertemu dan menanyakan nya kepada ibu Al-Habib Husein.

Sekembalinya dari Yaman, ajudan tersebut melaporkan, bahwa ibu al-Habib Husein telah menerima sejumlah uang yang dibuang ke laut tersebut pada hari dan tanggal yang sama.

KAROMAH SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW



' Jasadnya dimandikan oleh para Malaikat '

Qatadah menceritakan bahwa pada perang uhud, Rasulullah saw berkata :"Ketahuilah bahwa saat ini Handzhalah akan dimandikan oleh para Malaikat." Setelah mendengar ucapan Rasulullah saw itu, kemudian para sahabat bertanya kepada keluarga Handzhalah :"Apa yang terjadi dengan nya?"

Qatadah juga ber
tanya kepada istri Handzhalah, lalu ia menjawab :"Ketika terdengar seruan perang Uhud, Handzhalah segera bergegas pergi untuk mendatangi seruan berjihad. Padahal saat itu ia sedang berhadas besar."

Dalam kisah lain, Sayyidina Urwah bercerita, bahwa Rasulullah berkata :"Aku benar-benar melihat malaikat sedang memandikan jasad Handzhalah diantara langit dan bumi dengan air dari awan dalam sebuah tempat yang terbuat dari perak." Abu Asid As-Sa'idi lalu berkata "kami pergi melihat Handzhalah, kami melihat dengan jelas bahwa dari kepalanya meneteskan air yang sangat segar.,"

Rabu, 19 Desember 2012

Perbedaan kerudung & Jilbab dalam ISLAM

Rasulullah saw memuji orang-orang yang terasing/aneh dalam kehidupan yang rusak. Rasulullah saw. bersabda: "Islam bermula dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi sesuatu yang asing. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing itu. (HR Muslim no. 145

Ketika ada seorang muslimah yang mengenakan jilbab dengan baik dan benar, sesuai tuntunan syariat Islam, banyak orang merasa heran. Bahkan ada sebagian besar yang menganggapnya aneh. Sebab, di tengah maraknya busana wanita yang mengeksploitasi keindahan tubuh wanita, muslimah yang mengenakan jilbab dengan sempurna tentunya adalah fenomena keanehan. Sebuah keterasingan.


Banyak kesalahpahaman terhadap Islam di tengah masyarakat. Misalnya saja jilbab. Tak sedikit orang menyangka bahwa yang dimaksud dengan jilbab adalah kerudung. Padahal tidak demikian. Jilbab bukan kerudung. Dalam kitab Al Muam Al Wasith halaman 128, jilbab diartikan sebagai Ats tsaubul musytamil alal jasadi kullihi (pakaian yang menutupi seluruh tubuh), atau Al Mula`ah tasytamilu biha al mar`ah (pakaian luar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh wanita).
dan aurat wanita adalah seluruh anggota tubuhnya kecuali wajah dan dua telapak tangannya. Lehernya adalah aurat, rambutnya juga aurat bagi orang yang bukan mahram, meskipun cuma selembar. Seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan maka selain dua itu adalah aurat yang wajib ditutup.Hal ini berlandaskan firman Allah SWT :
Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.”?  (QS An Nuur : 31)
“(Seluruh tubuh) wanita itu adalah aurat.”
Apabila seorang wanita telah baligh maka tidak boleh ia menampakkan (tubuhnya) kecuali wajahnya dan selain ini digenggamnya antara telapak tangan yang satu dengan genggaman terhadap telapak tangan yang lainnya.”
Nabi SAW pernah berkata kepada Asma` binti Abu Bakar :
Wahai Asma` sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidl) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” (HR. Abu Dawud)


Kesalahpahaman lain yang sering dijumpai adalah anggapan bahwa busana muslimah itu yang penting sudah menutup aurat, sedang mode baju apakah terusan atau potongan dianggap bukan masalah. Dianggap, model potongan oke-oke saja, yang penting kan sudah menutup aurat. Kalau sudah menutup aurat, dianggap sudah berbusana muslimah secara sempurna. Padahal tidak begitu. Islam telah menetapkan syarat-syarat bagi busana muslimah dalam kehidupan umum, seperti yang ditunjukkan oleh nash-nash Al Qur`an dan As Sunnah. Menutup aurat itu hanya salah satu syarat, bukan satu-satunya syarat. Syarat lainnya misalnya busana muslimah tidak boleh menggunakan bahan tekstil yang transparan atau mengekspolitir lekuk tubuh perempuan. Dengan demikian, walaupun menutup aurat tapi kalau mencetak tubuh alias ketat atau menggunakan bahan tekstil yang transparan tetap belum dianggap busana muslimah yang sempurna.
kain tipis atau transparan tidak bisa dikatakan menutup aurat. Oleh karena itu apabila kain penutup itu tipis/transparan sehingga nampak warna kulitnya dan dapat diketahui apakah kulitnya berwarna merah atau coklat, maka kain penutup seperti ini tidak boleh dijadikan penutup aurat.

dalam hadits riwayat Usamah, bahwasanya ia ditanyai oleh Nabi SAW tentang Qibtiyah (baju tipis) yang telah diberikan Nabi SAW kepada Usamah. Lalu dijawab oleh Usamah bahwasanya ia telah memberikan pakaian itu kepada isterinya, maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya :
Suruhlah isterimu melilitkan (kain lain) di bagian dalam kain tipis itu, karena sesungguhnya aku khawatir kalau-kalau nampak lekuk tubuhnya.”


Hendaklah mereka mentutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS An Nuur : 31)
Dan karena firman Allah SWT mengenai pakaian bagian bawah (jilbab) :
Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.”?  (QS Al Ahzab : 59)
Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiah RA, bahwa dia berkata :
Rasulullah SAW memerintahkan kami agar keluar (menuju lapangan) pada saat hari raya Iedul Fithri dan Iedul Adlha, baik ia budak wanita, wanita yang haidl, maupun yang perawan.?  Adapun bagi orang-orang yang haidl maka diperintahkan menjauh dari tempat shalat, namun tetap boleh menyaksikan kebaikan dan seruan kaum muslimin.?  Lalu aku berkata: Wahai Rasulullah SAW salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab.?  Maka Rasulullah SAW menjawab: ‘Hendaklah saudaranya itu meminjamkan jilbabnya.”

dr Ibnu Umar bahwa dia berkata, Rasulullah SAW bersabda :
Barang siapa yang melabuhkan/mengulurkan bajunya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada Hari Kiamat nanti. Lalu Ummu Salamah berkata, Lalu apa yang harus diperbuat wanita dengan ujung-ujung pakaian mereka (bi dzuyulihinna). Nabi SAW menjawab,Hendaklah mereka mengulurkannya (yurkhiina) sejengkal (syibran). Ummu Salamah menjawab,Kalau begitu, kaki-kaki mereka akan tersingkap.Lalu Nabi menjawab,Hendaklah mereka mengulurkannya sehasta (dzira`an) dan jangan ditambah lagi.


Hadits di atas dengan jelas menunjukkan bahwa pada masa Nabi SAW, pakaian luar yang dikenakan wanita di atas pakaian rumah yaitu jilbab telah diulurkan sampai ke bawah hingga menutupi kedua kaki.
Berarti jilbab adalah terusan, bukan potongan. Sebab kalau potongan, tidak bisa terulur sampai bawah. Atau dengan kata lain, dengan pakaian potongan seorang wanita muslimah dianggap belum melaksanakan perintah yudniina alaihinna min jalaabibihina (Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbabnya). Di samping itu kata min dalam ayat tersebut bukan min lit tabidh (yang menunjukkan arti sebagian) tapi merupakan min lil bayan (menunjukkan penjelasan jenis). Jadi artinya bukanlah Hendaklah mereka mengulurkan sebagian jilbab-jilbab mereka (sehingga boleh potongan), melainkan?  Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka (sehingga jilbab harus terusan).(Lihat Nizham Al Ijtima'i fil Islam, hal. 45-51)

jika seorang wanita muslimah keluar rumah tanpa mengenakan jilbab seperti itu, dia telah berdosa, meskipun dia sudah menutup auratnya. Sebab mengenakan baju yang longgar yang terulur sampai bawah?  adalah fardlu hukumnya. Dan setiap pelanggaran?  terhadap yang fardlu dengan sendirinya adalah suatu penyimpangan dari syariat Islam di mana pelakunya dipandang berdosa di sisi Allah. [Muhammad Shiddiq Al Jawi]


Selasa, 18 Desember 2012

ORANG-ORANG YANG DIRINDUKAN SYURGA


Rasullulah saw. Dalam sabdanya dalam hadits sahih al-bukhari di katakana :
“syurga merindukan empat ciri khas manusia yaitu
1.      .orang yang gemar membaca al-qur’an,
2.      member makan orang yang lapar-kelaparan
3.      memelihara lidah
4.      puasa ramadhan

I.                    yang dimaksud gemar membaca al-qur’an adalah membaca dengan tartil dengan petunjuk tajwid al-qur’an sebagaimana peringatan allah,  bacalah al-qur’an dengan tartil baik dan benar sesuai makharijul huruf karena dengan tidak sesuai ucapan makaberubah lah artinya, merubah satu huruf dan harokat dari al-qur’an berarti merubah bacaan al-qur’an sedangkan merubah al-qur,an adalah dosa walaupun satu huruf.Membaca al-quran tidak terlalu cepat dan membaca al-qur’an yang termudah untuk kamu. Al-qur’an adalah firman allah yang bukan untuk menjadi kasan saja ( tidak di baca ). Membaca  al-qur’an diikuti oleh isi kandungannya melalui arti dan mengamalkannya dengan kehidupan sehari-hari, sebab al-qur’an adalah akhlaq nabi Muhammad saw. Jadi dengan mengamalkan al-qur’an berarti mencontoh akhlaq nabi Muhammad saw. Bukanlah hanya memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan dan berakhlaqul karimah dia sendiri belum dapat secara utuh mengamalkan sesuai petunjuk al-qur’an dan sunnahnya. Jangan sampai ia pintarmenyuruh orang lain tetapi dia sendiri dimusuhi allah dan lupa akan syariat islam. Dalam surah al-baqarah : 44, yang artinya  “mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebaikan , sedangkan kamu melupakan kewajibanmu padahal kamu membaca al-kitab (taurat) maka tidakkah kamu berfikir. Al-qur’an adalah kitab suci yang di wahyukan kepda rasulullah saw.sebagai mukjizatnya yang diurun kan melalui malaikat jibril yang apabila orang membacanya mengandung ibadah. Tidak di katakan satu huruf di beri ganjaran satu derajat baik dalam keadaan tidak berwudhu apalagi dalam keadaan suci. Selain membaca , kita dfapat menghormati ayat-ayat allah dengan sopan dan dalam keadaan suci. Tidak sembarang orang menyentuh dan membaca al-qur’an kecuali orang yang suci dari hadas dan najis.
II.                  Memberi  makan  orang yang lapar-kelaparan
a.      Yang dimaksud member makan orang yang laparyaitu memberikan ta’jil (buka puasa ). Sebab member makan dan minum kepada orang yang berpuasa akan dilipat gandakan pahalanya oleh allah swt. Dan tidak kurang sedikit pun. Walaupun makanan itu hanya satu suap atau seteguk air.
b.      . yang di maksud member makan orang yang kelaparan yaitu para fakir miskin dan dhu‘afa serta orang-orang yang memerlukan bantuan seperti tertimpanya musibah besar. Fakir miskin dan dhu’afa adalah orang yang paling kita perlukan dalam keadaan suka dan duka . sebab doa yang paling di ijabah adalah orang yang teraniaya termsuk para yatim piatu yang mengharapkan uluran tangan dari para dermawan. Di peringatkan oleh allah swt. Q.S al-maun 1-7. Jika kita cermati hal ini maka kita akan jadi manusia dermawan jauh dari ke bakhilan.
III.              Memelihara lidah
Lidah adalah indra yang tak bertulang . lidah memilik kelebihan  yaitu bisa merasakan  pahit, manis, asin, getir, pedas . namun lidah dapat berkata manis, pahit kepada orang lain yang menjadikan panasnya hati orang lain. Tidaklah sembarang berbicara denga  tidak merasakan pedasnya perkataan sehingga menimbulkan rasa sakit hati. Orang bisa menjadi pendendam lantaran ucapan yang tidak menghiraukan perasaan orang lain. Berkata kotor, kasar, jorok adalah lidah yang tak terpelihara. Namun perkataan yang lemah lembut dan sopan adalah menandakan manusia yang memiliki sifat tawaduk  dan tadharruk dan berwaja manis.
Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kita katakan yang benar walaupun itu pahit . artinya nasihat yang benar yang dapat di terima akal dan fikiran tidak berdasarkan hawa nafsu menegur seseorang diluar kebijakan (seprti di tempat keramaian) sangat terlarang sebab ada hubungannya dengan harga diri.
IV.              Puasa ramadhan
Puasa ramadhan adalah puasa wajib jika ditinggalkan maka akan berdosa. Betapa banyak orang yang mengaku muslim namun tidak berpuasa malah menampakkan diri dan merasa bangga dia makan dan minum di siang hari dengan tidak malu memperlihatkannya di muka umum. Orang yang tak pernah merasa malu maka orang itu tidaklah beriman dan orang yang merasa malu adalah orang yang bertaqwa. Persoalannya adalah perbedaan orang yang beriman dengan orang  yang tidak beriman . hanya orang yang beriman yang diperintahkan untuk berpuasa.
Puasa adalah bagaikan perisai atau dinding. Orang yang berpuasa memiliki perisai yang kuat. Puasa mengajarkan manusia disiplin jujur dan memiliki budi pekerti yang luhun
Sungguh berbahagialah bagi kita jika dapat mengamalkan diantara hal di atas maka kita termasuk orang yang dirindukan syurga. Dengan harapan “UDKHULUL JANNATA MIN QULLI BAABIN BI GHOIRI HISAB “ AMIN

APAKAH QOSIDAH SAMA DENGAN NYANYIAN ?


apakah Qasidah sama dengan Nyanyian ?



APAKAH QASIDAH SAMA DGN NYANYIAN?
Supaya lebih jelas dan memuaskan marilah kita lihat penjelasan ini, pendapat habib Abdulloh al-Haddad Ra. Ktika di tanya syekh Ahmad bin muhammad al-Qosim tentang syair'' cnt kpada Alloh dan Rosulnya yg di lagukan dgn suara indah di dlm masjid, maka sesuai dgn pendapatnya di dlm kitab Nafaisul-'ulum fil-masa_ilish-shufiyyah wat-tihafus-sail beliau mengatakan, "ketahuilah, bhw dlm pandangan kami sya'ir-sya'ir ghozaliyah (sya'ir-sya'ir cnt Alloh dan Rosulnya) adalah bukan dzikir atau sejenisnya, tetapi sebuah amalan yg mubah dan meninggalkannya di anggap lebih utama. Dahulu para sahabat sering membacakan sya'ir di hadapan Rosululloh saw dan bahkan beliau pun pernah meminta untuk di bacakan syair. Rosululloh sendiri juga sering mengucapkan satu dua bait syair yg pernah beliau dengar dari mereka.
Hassan dan penyair'' lainnya pernah membacakan syair kepada beliau di dlm masjid dan beliau tdk melarangnya. Sikap beliau ini mengukuhkan bhw pembacaan syair di dlm masjid itu juga di perbolehkan(jaa_iz). Walaupun pembacaan syair'' itu di zaman Rosululloh tdk di lagukan, namun bkn berarti melagukannya itu haram, kcuali ada hadits yg jelas'' mengharamkan pembacaan syair dgn di lagukan. Namun ternyata tdk ada dalil satupun yg mengharamkan itu semua.
Beberapa orang mulia dan arif menyadari bhw manusia zaman skrg ini malas untk beribadah dan kurang memiliki keinginan melakukan kebaikan. Mereka berpendapat bhw mengumpulkan masyarakat untk berdzikir kpada Alloh SWT dgn di selingi beberapa syair yg arti dan susunannya benar, adalah perbuatan yg di perbolehkan dan di sukai Nafs. Syair'' tersebut mendorong mereka untk berkumpul dan berdzikir kpada Alloh SWT. ''stiap orang akan menerima balasan sesuai niatnya.'' dan hanya Alloh SWT yg mengetahui segala yg tersembunyi dlm hati.
Sedangkan nyanyian yg berisikan cnt antara perempuan dan laki'' yg populer dan sangat memasyarakat jelas tdk sama dgn Qasidah. Nyanyian'' seperti ini adalah termasuk lahwu(tdk ada nilai ibadahnya).

ASAL USUL MAJELIS NURUL MUSTHOFA


ASAL USUL MAJLIS NURUL MUSTHOFA


PERANAN HABAIB (‘ALAWIYIN) DI INDONESIA
SEJARAH SINGKAT TENTANG PERANAN ALAWIYIN DI INDONESIA
KEPADAMU KU TITIPKAN AL-QUR’AN DAN KETURUNANKU….
(Al-Hadith Rasullah s.a.w. Dirawikan oleh Imam Ahmad Ibn Hambal)
A. PENDAHULUAN
Pada zaman kekhalifahan Bani Abbas (750-1258 M) berkembanglah ilmu pengetahuan tentang Islam yang bercabang-cabang disamping kenyataan itu penghidupan lapisan atas menyimpang dari ajaran agama Islam. Dibentuknya dynasti Bani Abbas yang turun-temurun mewariskan kekhalifahan. Istilah “muslim bila kaif” telah menjadi lazim. Hidupnya keturunan Sayidatina Fatmah Al-Zahra dicurigai, tiada bebas dan senantiasa terancam, ini oleh karena pengaruhnya anak cucu dari Al-Hasan dan Al-Huseyn r.a. atas rakyat sangat besar dan diseganinya. Keinginan kebanyakan orang Muslim adalah seorang keturunan Nabi yang seharusnya memegang kekhalifahan. Banyak yang dipenjarakan dan dibunuhnya oleh karenanya banyak pula yang pindah dan menjalankan diri dan pusat Bani Abbas di Bahdad,
AHMAD BIN ISA r.a.
Dalam keadaan sebagai diuraikan di atas, yang pasti akan dikutuk Allah s.w.t. dan dengan hendak memelihara keturunannya dari kesesatan, mengulangilah AHMAD BIN ISA BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN JA’FAR BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN AL-HUSEYN r.a. duanya sayidina Ibrahim a.s. yang tersurat dalam Al-Qur’an surat 14 ayat 37 dan dipilihnya Hadramaut yang bertetanaman, untuk menetap dan berhijrahlah beliau dari Basrah ke Hadramaut, dimana beliau wafat di Hasisah pada tahun 345 H.
ALWI BIN UBAIDILLAH….ALAWIYIN
Keturunan dari AHMAD BIN ISA tadi yang menetap di Hadramaut dinamakan ALAWIYIN ini dari nama cucunya AL-WI BIN UBAIDILLAH BIN AHMAD BIN ISA yang dimakamkan di Sumul.
Keturunan sayidina Al-Hasan dan Al-Huseyn r.a. disebut juga ALAWIYIN dari sayidina Ali bin Abi-Talib k.w, Keluarga Al-Anqawi, Al-Musa-Alkazimi, Al-Qadiri dan Al-Qudsi yang terdapat sedikit di Indonesia adalah Alawiyin, tapi bukan dari Alwi bin Ubaidillah.
MUHAMMAD AL-FAQIH AL-MUQADDAM
Luput dari serbuan Hulaku, saudara maharaja Cina, yang mentamatkan kekhalifahan Bani Abbas (1257 M), yang memang telah dikhawatirkan oleh AHMAD BIN ISA akan kutukan Allah s.w.t, maka di Hadramaut Alawiyin menghadapi kenyataan berlakunya undang-undang kesukuan yang bertentangan dengan ajaran Islam, dan kenyataan bahwa penduduk Hadramaut adalah Abadhiyun yang sangat membenci sayidina Ali bin Abi-Talib r.a. Ini ternyata pula hingga kini dari istilah-istilah dalam loghat orang Hadramaut. Dalam menjalankan “tugas suci”, ialah pusaka yang diwariskannya, banyak dari pada suku Alawiyin tiada segan mendiami di lembah yang tandus. Tugas suci itu terdiri dari mengadakan tabligh-tabligh, perpustakaan-perpustakaan, pesantren-pesantren (rubat) dan masjid-masjid.
Alawiyin yang semuala bermazhab “Ahli-Bait” mulai memperoleh sukses dalam menghadapi Abadhiyun itu setelah Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam BIN ALI BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN ALWI BIN MUHAMMAD BIN ALWI BIN UBAIDILLAH melaksanakan suatu kompromis dengan memilih mazhab Muhammad bin Idris Al-Syafi-I Al-Quraisyi, ialah yang kemudian disebut mazhab Sayfi-I, Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam ini wafat di Tarim pada tahun 653 H.
TUGAS SUCI (ISLAMISASI)
Alawiyin dalam menyebarkan agama Islam menyeberang ke Afrika Timur, India, Malaysia, Thailand (Siam), Indonesia Tiongkok (Cina), Filipina, dsb.
 b. ALAWIYIN DI INDONESIA SEBELUM DIJAJAH BELANDA
Sebelumnya orang Barat datang, maka berkembanglah agama Islam dengan baik sekali dan terbentuklah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Runtuhnya Kerajaan Islam di semenanjung Iberia dalam abad ke VI M. dengan jatuhnya Al-Andalus (1492 M), mengakibatkan pengerjaan bangsa Spanyol terhadap Muslimin, pengejaran mana diberkati Paus Roma. Jika kehendak orang Spanyol menyeranikan, maka kehendak orang Portugis ialah berniaga dengan orang Muslim di Indonesia, dan oleh karena ini orang Portugis ialah memperoleh sukses. Sebab peperangan di Europa antara Spanyol sepihak dengan masing-masing Belanda dan Inggris, maka kedua bangsa ini turut juga datang ke Indonesia ditentang oleh kaum Muslimin di tanah air kita.
c. ALAWAYIN DI INDONESIA DI MASA JAJAHAN BELANDA
Dengan pelbagai tipu muslihat dan fitnah akhirnya Belanda disokong oleh negara-negara Barat lain, dapat menguasai Indonesia dan ekonomi Belanda mulai berkembang pesat sesudahnya dapat dipergunakan kapal uap. Alawiyin dari pada awalnya jajahan Belanda mulai merasakan rupa-rupa kesulitan, oleh karena Belanda melihat bahwa Alawiyin-lah yang dalam segala lapangan menjadi pelopornya, baik di medan perang maupun dalam bidang pengangkutan barang-barang lewat lautan atau bidang kebudayaan (agama).
Dilarangnya Alawiyin menetap di pedalaman pulau Jawa, dilarangnya berkeluarga dengan anggota istana (yang memang keturunan Alawiyin), hingga yang tiada mampu pindah ke perkampungan tertentu di bandar-bandar di tepi laut, atau karena sebab lain, mengambil nama keluarga Jawa agar dianggapnya orang Jawa asli, pribumi. Oleh karenanya pindahanya Alawiyin dari pedalaman ke bandar-bandar di pinggir laut, maka pula pusat ke-Islaman pindah ke utara seperti Semarang, Surabaya, Jakarta, dst. Yang tidak dapat berpindah dari pedalaman menetap di perkampungan-perkampungan yang disebut “kaum” Suku-suku Alawiyin yang telah anak-beranak dan tiada mampu pindah ke kota-kota besar dan mengambil nama ningrat Jawa, ialah banyak dari pada Al-Basyiban, Al-Baabud, Al-Binyahya, Al-Aydrus, Al-Fad’aq dan lain-lain lagi. Dalam keadaan yang demikian itu, Belanda baru mulai berusaha menyeranikan Jawa Tengah, dimana Islam tiada dapat berkembang oleh karena peperangan-peperangan melawan Belanda dan berhasilnya aneka fitnah yang Belanda ciptakan antara penguasa-penguasa pribumi sendiri.
Anak Muslim tiada boleh bersekolah, sedangkan anak Kristen dapat pendidikan dan pelajaran modern. Kemudian di-izinkan bersekolah Belanda anak-anak orang yang berpangkat pada pemerintah jajahan, dan diharuskan mereka tinggal (yakni in de kost) pada pejabat Belanda. Katanya agar, dapat lancar berbicara bahasa Belanda dan mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberi dalam bahasa itu; sebetulnya untuk menjadikan kanak-kanak itu berfikir dan hidup secara orang Belanda, dan untuk mengasingkan mereka dari bangsawan sendiri, dari adat-istiadat dan agamanya. Anak rakyat biasa, awam, mengaji, baik pada madrasah-madrasah Alawiyin atau pesantren-pesantren.
Hubungan Alawiyin dengan para kiyahi erat sekali. Untuk melumpuhkan berkembangnya agama islam di antara anak-anak rakyat jelata, Belanda mengadakan sekolah-sekolah Hollands Inlandse School (H.I.S) dengan syarat bahwa murid tiada boleh bersaring dan berkopya-pici, harus mengenakan celana pendek sampai atas lutut, pakaian mana bukan kebiasaan orang yang mendirikan salat. Jangan sampai kanak-kanak dapat membaca Al-Qur’an dan kitab-kitab agama Islam yang tertulis dengan huruf Arab, Belnda mengajar dengan sungguh menulis dengan huruf lain, dan mengadakan buku-buku yang menarik, dalam huruf ini, untuk maksud mana dibentuknya Balai Perpustakaan. Banyak buku-buku yang dikarang oleh pendeta dan padri indolog dan orientalis, mengandung racun bagi anak murid yang pengetahuannya tentang Islam dan tarikhnya masih sangat Dangkal.
Alawiyin menolak tawaran Belanda untuk membangun Hollands-Arabise School (H.A.S, dan menolak pula subsidi dari pemerintah jajahan bagi madrasah-madrasahnya, karena curiga dan takut dri tipu muslihat dan pengaruh Belanda yang berniat merusak agama Islam. Alawiyin tiada dibolehkan menidirkan cabang-cabang mandrasah di kota-kota besar dengan nama yang sama, oleh karena itu nama-nama madrasah yang sama skala pendidikannya, berlainan namanya. Para guru dari negara Islam didatangkan untuk mengajar di madrasah-madrasah, dan kanak-kanak yang berbakat dikirim lanjutkan pelajarannya ke Hadramaut, Hejaz, Istanbul, Kairo dan lain-lain.
Disamping perguruan, Alawiyin aktif juga di lapangan politik hingga beberapa orang ditangkap dan dipenjarakan. Melawan Belanda antara mana di Aceh, dan sesudah Aceh ditaklukannya, Muslimin hendak mengadakan pemberontakan disana dengan mengibarkan bendera Khalifah Muslimin. Alawiyin hendak menerbitkan pemberontakan di Singapura di kalangan tertentu Muslimin India yang Inggeris hendak berangkatkan untuk berperang di iraq (Perang Dunia I). Perlu juga diketahui bahwa Alawiyin senantiasa berhubungan dengan Muslimin di luar negeri, orang-orang yang terkemuka dan berpengaruh, teristimewa dengan Padisyah, Khalifatul Muslimin, di Istanbul, yang atas aduan Alawiyin pernah mengirim utusan rahasia untuk menyelidiki keadaan-keadaan Muslimin di Indonesia.
d. ALAWIYIN DI INDONESIA DI MASA PENDUDUKAN MILITER JEPANG
Pendudukan militer Jepang menindas dan mematikan segala kegiatan Alawiyin, terutama dalam bidang politik, peguruan tabligh, pemeliharaan orang miskin dan anak yatim. Perpustakaan yang tidak dapat dinilai harganya di-angkat Jepang, entah kemana. Semua kibat ada capnya dari Al-Rabitah Al-alawiyah yang berpengurus-besar hingga kini di Jalan Mas Mansyur (dahulu jalan Karet) No. 17 Jakarta Pusat (II/24).
e. ALAWIYIN DI INDONESIA SETELAH MERDEKA
Pemuda Alawiyin turut giat melawan Inggeris dan Belanda (Nica), bergerilya di pegunungan. SEMUA PEMUDA ALAWIYIN ADALAH WARGANEGARA INDONESIA dan masuk 
 berbagai partai Islam. Dalam lapangan ekonomi mereka sangat lemah hingga kini belum dapat merebut kembali kedudukannya seperti sebelumnya pecah perang dunia ke-dua dengan lain kata, jika Alawiyin sebelumnya Perang Dunia ke II dapat membentuk badan-badan sosial seperti gedung-gedung madrasah, rumah yatim piatu, masjid-masjid dan membayar guru-guru yang cakap, maka sekarang ini dengan susah payah mereka membiayai pemeliharaannya dan tidak dapat lagi memberi tenaga guru-guru sepandai dan seacakap yang dahulu, meskipun kesempatan kiniadalah lebih baik dari dan pertolongan pemerintah ala qadarnya. Kegiatan yang tersebar sampai di pelosok-pelosok kepualauan Indonesia.
Alawiyin yang lebih dikenal dengan sebutan sayid, habib, ayib dan sebagainya tetap dicinta dimana-mana dan memegang peranan rohani yang tidak dapat dibuat-buat sebagaimana juga di negara islam lain. Kebiasaan dan tradisi Alawiyin di-ikuti dalam Perayaan maulid Nabi, haul, nikah, upacara-upacara kematian dan sebagainya.
Suku-suku Alawiyin di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 50.000 orang; ada banyak yang besar, antara mana Al-Saggaf, Al-Attas, Al-Syihab, Al-Habasyi, Al-Aydrus, Al-Kaf, Al-Jufri, Al-Haddad dan semua keturunan asal-usul ini dicatat dan dipelihara pada Al-Maktab Al-Da-imi yaitu kantor tetap untuk statistik dan pemeliharaan nasab sadatul-alawiyin yang berpusat di gedung “Darul Aitam”

BIOGRAFY MY TEACHER AND INSPIRATION


biografi habib hasan bin ja`far assegaf



Habib Hasan bin Ja’far Assegaf lahir di bogor tahun 1977, di tengah-tengah wilayah para ulama besar termasuk almarhum kakek beliau Al Imam Al Qutub Al Habib Abdullah bin Muhsin Alatas sebagai pemimpin para wali dizamannya. Silsilah beliau menyambung dari ibundanya, yaitu Syarifah Fatmah binti Hasan bin Muhsin bin Abdullah Alatas.
1. Silsilah :
Al Habib Hasan bin Ja’far bin Umar bin Ja’far bin Syekh bin Abdullah bin Seggaf bin Ahmad bin Abdullah bin Alwi bin Abdullah bin Ahmad bin Adurrahman Seggaf bin Ahmad Syarif bin Abdurrahman bin Alwi bin Ahmad bin Alwi bin Syekhul Kabir Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Maula Dawileh bin Ali bin Alwi Al Ghuyur bin Al Faqihil Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohibul Mirbath bin Ali Kholi Qosam bin Aliw bin Muhammad bin alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa bin Muhammad An Naqib bin Ali Al Uraidhi bin Ja’far sodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Al Imam Husein Assibit bin Imam Ali KWH bin Fatimah Al Batul Binti Nabi Muhammad SAW
2. Pendidikan
Beliau belajar dengan para habaib dan ulama, diantaranya :
Al Imam Al Hafidz Al Musnid Al Habib Abdullah bin Abdul qadir Bilfaqih dan putera-putera beliau : Habib Abdul qadir bilfaqih, Habib Muhammad bilfaqih, Habib Abdurrahman bilfaqih ( Pondok pesantren Daarul Hadits Al Faqihiyyah, Malang ).
• Syekh Abdullah Abdun, Daruttauhid malang
• Syekh Umar Bafadhol, Surabaya
• Al Imam Al Arif billah Al Habib Abdurrahman bin Ahmad bin Abdul qadir Assegaf dan putera-putera beliau diantaranya Al Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf (Yayasan Ats-Tsaqofah Al Islamiyyah ).
• Al Habib Muhammad Anis bin Alwi Al Habsyi (selaku yang mengijazahkan maulid simtudduror).
• Al Habib Abdullah bin Husein syami Alatas dikediaman beliau R.a.
• Al Habib Abubakar bin Hasan Alatas, Martapura.
• KH. Dimyati, Banten.
• KH. Mama Satibi dan putera beliau, Cianjur.
• KH. Buya Yahya, Bandung
• Muallim Sholeh, Bogor.
Dan masih banyak lagi para ulama lainnya.
3. Dakwah Beliau
Dakwah beliau menjunjung tinggi Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Mengajak para pemuda pemudi, orang-orang tua maupun anak kecil berdzikir dan bersholawat yang dimulai dari :
• Kota bogor
• Sukabumi
• Bandung
• Jakarta dan sekitarnya.
4. Tujuan Dakwah
Mengikuti kakek moyang beliau sampai kejunjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Dan mengajak para muslimin dan muslimat :
• Membaca Al-Qur’an.
• Membaca Ratib Al-Atas dan Ratib Al-Haddad
• Mengenalkan salaf sholihin dengan berziarah kepada para wali Allah ketempat orang-orang sholeh.
• Membesarkan nama Rasulullah dengan pembacaan maulid
Harapan
Bersabda Nabi Muhammad SAW : “ Seorang bersama yang dicintainya “, harapan beliau agar diakui oleh Rasulullah SAW dan datuk-datuknya. Semoga semua ummat Rasulullah SAW mendapat ridho Allah dan syafaat Rasulullah SAW, kelak nanti dihari kiamat masuk surga bersama Nabi Muhammad SAW.
Bersabda Nabi Muhammad SAW : “ Apabila telah tersebar perzinahan, perjudian, permabukan, anak durhaka kepada orang tua, istri durhaka kepada suami dan banyaknya yang makan riba maka masuklah kalian kejalan keluargaku, selamatlah kalian dari malapetaka (Riwayat Abu Daud).


Esfornior \m/ WMCafe9F


ANGKET KELAS 9F "WMCafe"


1. Terganteng : 
2. Tercantik :
3. Termanis :
4. Terimut :
5. Terbaik :
6. Terkece :
7. Terusuh :
8. Termodis :
9. Tereksis :
10. Terkreatif :
11. Tertawa :
12. Tersupel (Teramah) :
13. Terpinter :
14. Terseksi :
15. Teraniaya :
16. Terlemot :
17. Tersangar :
18. Terlucu :
19. Tergaring :
20. Terfavorit :
21. Best Couple :
22.termodus :
23.terlenjeh :
24.terbokep :
25.teralim :
26.terkepo :
27:terbohay :
28.Tertepos :
29.tergalau :
30.terancam punah :
31.termaho :
32.terbawel :
33.termalas :
34.termirip artis :
35.terfeminim :
36.tercaper :
37.tergaptek :
38.terboyot :
39.terajin :
40.terbijak :



NB :
-pilihlah 1 nominasi 1 perempuan 1 laki (sepasang)

-tidak boleh ada yang marah,apapun nominasinya jika terpilih,karena ini hanya untuk seru-seruan saja

-terkecuali BEST COUPLE ,minimal memilih 2 pasangan maximal 3 pasangan

-isi dengan ball point / dengan tulisan yang mudah terbaca





“ KEEP CALM and STILL HERE esforniors \m/ ”